Berita

trimedya panjaitan/ist

YUDHOYONO ABUSED POWER

Ketua DPP PDIP: Tahu Apa Permadi!

JUMAT, 11 MARET 2011 | 21:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum Trimedya Panjaitan memastikan bahwa Ketua Dewan Pertimbangan Umum partainya, Taufiq Kiemas, tidak pernah terjerat sebuah kasus. Karena itu dia menolak isi pemberitaan koran The Age dan Sydney Morning Herald.

"Nggak pernah ada (kasus TK). Saya ini sejak tahun 1996 yang mengurusi persoalan hukum di partai. Kalau (TK) punya (kasus hukum) saya pasti tahu. Pemberitaan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi Pak Hendarman, Pak Marwan (Jamwas Kejaksaan Agung) sudah membantah," katanya kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 11/3).

Karena itu dia membantah bahwa sikap politik Ketua MPR itu ada hubungan dengan dugaan kasus korupsi seperti yang diberitakan dua harian yang berbasis di Australia, seperti yang ditengarai oleh mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan, Permadi.


"Tahu apa Permadi. Itu nggak ada hubungannya. Mungkin Pak Taufiq Kiemas punya kalkulasi politik lain (kenapa ngajak bergabung ke SBY). Kalau saya melihatnya itu saja. Mungkin setelah dia mengevaluasi pemilihan umum 2004 dan 2019, apakah masih tetap oposisi," tandas anggota Komisi III DPR ini.

"The Age" mengutip informasi dari WikiLeaks. Disitu disebutkan Taufik Kiemas diduga ikut menikmati keuntungan sejumlah proyek bernilai miliaran dolar, termasuk Jakarta Outer Ring Road. Presiden SBY Yudhoyono disebut mengintervensi kasus Taufiq dengan meminta Hendarman Supandji, Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus pada saat itu untuk menghentikan kasus tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya