Berita

taufiq kiemas/ist

YUDHOYONO ABUSED POWER

Mulai Terbuka Kenapa Taufiq Kiemas Ngebet Gabung ke SBY

JUMAT, 11 MARET 2011 | 20:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dituding bersikap munafik. Pasalnya, kedutaan negara adidaya itu tidak bertanggungjawab atas bocornya informasi rahasia sehingga bisa diperoleh oleh WikiLeaks.
Rakyat Merdeka Online malam (Jumat, 11/3). Mantan politisi PDI Perjuangan ini meyakini bahwa informasi yang dibocorkan oleh WikiLeaks itu valid.

"Itu valid, sangat valid," katanya.

Karena itu dia mencibir pihak Istana yang membantah informasi tersebut. Apalagi, katanya, Istana hanya membantah tidak secara subtansial dan mengatakan itu fitnah. Mestinya, dia mengatakan, Istana membantah dan mengklarifikasi kasus per kasus yang ditujukan kepada SBY.


"Bantahan pemerintah Indonesia tidak subtansial," katanya.

Contoh bahwa informasi WikiLeaks betul, katanya, berita itu diamini oleh Jusuf Kalla. JK disebut memberikan fasilitas kepada peserta Munas Golkar tahun 2004 lalu di Bali. "Nah mestinya, Istana membantah seperti JK. JK mengakui memberikan fasilitas, tapi angkanya tidak sebesar seperti yang diberitakan. Harusnya seperti itu," ungkapnya.

Permadi juga menyinggung pemberitaan soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengintervensi kasus dugaan korupsi Ketua Deperpu PDI Perjuangan Taufiq Kiemas itu yang sempat diproses Kejaksaan Agung.
 
"Inikan semakin terbuka. Kenapa Partai Demokrat mendukung Taufiq Kiemas menjadi Ketua MPR, Taufiq Kiemas terus mendekati SBY dan memaksa-maksa Puan Maharani jadi menteri," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya