Berita

prabowo subianto/ist

SBY Tak Jadi Tarik Kader Gerindra karena Prabowo Terlalu Ambius

JUMAT, 11 MARET 2011 | 15:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dua kader Prabowo Subianto di Partai Gerakan Indonesia Raya terancam gagal menjadi Menteri Pertanian dan Menteri BUMN setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah akan me-reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II dalam waktu dekat.

Menurut Direktur The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto, SBY tidak jadi me-reshuffle kabinet karena Gerindra terlihat begitu ambisius. Hal ini menimbulkan kecurigaan dua kementerian itu digunakan Gerindra untuk kepentingan pemilihan presiden 2014.

"Hal itu juga yang menjadi pertimbangan SBY, Gerindra terlalu nampak ambisius mengincar BUMN dan Pertanian. Karena kedua pos itu berpotensi digunakan untuk logistik Pemilu 2014 dan mobilisasi massa," kata Gun Gun kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 11/3).


Keterusterangaan Gerindra mengincar dua kursi kemenetrian itu menjadi blunder bagi partai berlambang burung garuda tersebut. Hal ini karena Prabowo keliru membaca utuh gaya politik SBY yang selalu hati-hati dan cenderung status quo.
"Saya melihat SBY tak terlalu welcome dengan gaya ambisius Prabowo. Pertama, terlalu cepat mempublikasikan sesuatu yang belum matang. Kedua, mengincar posisi yang strategis dalam jangka panjang," terangnya.

Gun Gun yang juga dosen komunikasi politik UIN Jakarta ini menambahkan, komunikasi politik Gerindra dengan SBY baru sekedar tahap BATNA atau Best Alternatif to Negosiated Agreement, jadi belum masuk pada proses melamar. "Nah, hal tersebut salah ditangkap Gerindra sehingga melakukan blunder dengan sikapnya yang pede," tegasnya.

Namun, selain itu juga, SBY tidak jadi reshuffle KIB II sehingga Gerindra tidak jadi masuk pemerintahan karena tercapainya kesepakatan antara Golkar dan SBY setelah PDI Perjuangan tidak mau bergabung. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya