sby/ist
sby/ist
RMOL.Klarifikasi Oresiden seputar isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II selain membingungkan juga akan membuat kegaduhan baru di kalangan politisi.
"Baik masyarakat maupun politisi bingung karena Presiden (SBY) menegaskan tidak bisa dipaksa-paksa untuk reshuffle dan mengimbau semua pihak untuk berhenti menggoreng isu reshuffle. Presiden mengaku tak pernah menggagas reshuffle kabinet," tegas pengurus DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo petang ini (Kamis, 10/3).
Padahal, rakyat masih ingat bagaimana Presiden dengan wajah dan nada suara penuh emosi memberi isyarat untuk melakukan koreksi atas format koalis. Bahkan, kata anggota Komisi III DPR ini, Pesiden menegaskan ada satu-dua anggota koalisi yang tidak bisa menghormati kesepakatan akan ada sanksi. "Itulah isyarat Presiden tentang reshuffle," tegasnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28