Berita

aburizal bakrie/ist

PEPESAN KOSONG

SBY Sudah Hukum Ical dan Ustad Hilmi

KAMIS, 10 MARET 2011 | 18:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga ketua Sekretariat Gabungan partai politik pendukung pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono sudah memberi hukuman kepada dua partai yang kerap tidak sejalan dengan pemerintah, yaitu Partai Golkar dan PKS.

Hal itu dikatakan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Kamis, 10/3). Bukti bahwa SBY sudah menghukum kedua partai itu adalah menjadikannya partai yang terakhir dipanggil Presiden.

"Partai Golkar inikan partai kedua terbesar. Tapi dipanggil setelah partai-partai lainnya dipanggil. Inikan sudah hukuman. Begitu juga PKS sampai saat ini belum dipanggil, kan kasihan Ustad Hilmi (Ketua Majelis Syuro PKS), gara-gara Fachri Hamzah (kader PKS)," tegas Ruhut.


Ruhut mengingatkan, SBY hanya mengatakan bahwa ada satu dua partai yang melanggar kesepakatan. Dan itu jelas terlihat dalam kasus pajak. Kata Ruhut, kasus pajak sudah ditangani penegak hukum, tapi masih saja ngotot mendukung usul hak angket pajak. Karena itu harus koalisi ini harus ditata ulang. Dan itu sudah dilakukan SBY dengan memanggil partai-partai koalisi.

"Ical keluar (setelah bertemu SBY) mengatakan tetap (Golkar) di koalisi dan akan memperbaiki (komunikasi) koalisi. Dan kita tidak tahu kan, jangan-jangan Ical itu datang cium tangan dan minta maaf. Lalu kata Pak SBY, ok kamu di dalam. Makanya lihat tuh Bambang (Bambang Soesatyo), kau yang  meludah (siap koalisi), tapi ketua umummu yang menjilat," kata Ruhut.

Dengan alasan yang sama, Ruhut juga membantah bahwa apa yang disampaikan oleh kader Partai Demokrat termasuk Ketua Umum Anas Urbaningrum tidak didengarkan SBY. SBY sudah mendengarnya dengan melakukan evaluasi melalui tatap muka secara langsung. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya