Berita

syahganda/ist

Gertak Sambal SBY untuk Puaskan Demokrat

RABU, 09 MARET 2011 | 21:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II yang gencar belakangan ini dinilai merupakan alat Partai Demokrat memprovokasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendepak kader Partai Golkar dan PKS dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Cara PD ini bisa membahayakan SBY.

"Partai Demokrat bisa menjatuhkan dan mengancam kelangsungan SBY. Karena terlalu banyak memprovokasi," kata Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Rabu, 9/3).

Karena sebenarnya, Presiden SBY tidak akan melakukan reshuffle KIB II dalam waktu dekat, seperti yang telah dikatakan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi petang tadi. Meski diakui Syahganda, SBY dalam pidatonya akan memberikan sanksi untuk partai koalisi yang melanggar kesepakatan bersama.


"Itu hanya untuk memuaskan anak-anaknya, Partai Demokrat. Kalau dia sungguh-sungguh akan me-reshuffle, pasti akan dia lakukan. Nggak usah diomongkan," tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, SBY dari awal sudah meminta Unit Kerja bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan untuk melakukan penilaian terhadap kinerja menteri. Karena itu, kalau pun ada reshuffle, hal itu dilakukan berdasarkan kinerja, bukan  politik. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya