Berita

bima arya sugiarto/ist

Inilah Opsi Alternatif PAN Setelah Usulnya agar Golkar dan PKS Ditendang Kemungkinan Tak Digubris SBY

RABU, 09 MARET 2011 | 13:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Amanat Nasional termasuk partai anggota partai politik dalam barisan pendukung pemerintah yang meminta SBY me-reshuffle kader-kader Golkar dan PKS dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun, karena kemungkinan usulnya tidak digubris oleh SBY, PAN pun mengusulkan opsi alternatif.

"Ini beberapa pemikiran terkait dengan kecendrungan tidak adanya reshuffle," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 9/3).

Menurut Bima, agar kasus pembelotan Partai Golkar dan PKS tidak kembali terulang, perlu segera dirumuskan pakta politik yang lebih konkret  agar ada kesetaraan dalam Setgab SBY dan tidak terulang perlawanan internal koalisi. Pakta Politik sebaiknya mencakup lima hal.


"Sikap politik koalisi dirumuskan di Setgab secara demokratis dan  perlu dirumuskan mekanisme pembuatan keputusan. Di buka ruang perdebatan. Namun hasilnya harus mengikat setiap anggota koalisi baik di pemerintah maupun parlemen.  Koalisi jangan hanya jadi power sharing, tapi harus jadi ideas sharing," katanya.

Kedua, lanjutnya, Setgab SBY koalisi harus menyepakati dan mengumumkan program tahunan, misalnya RUU yang jadi target dan program yang jadi program prioritas pemerintah, serta isu-isu strategis lainnya.

"Diatur beberapa jenis pertemuan yang melibatkan pimpinan partai dan anggota DPR pada jenjang yang berbeda. Sehingga arus informasi tidak selalu instruktif (top-down), namun bisa juga bottom-up (aspiratif). Setiap pengambilan keputusan atas sikap setgab , anggota koalisi harus diwakili langsung oleh ketua umum parpol atau ketua fraksi," urainya.

Sedangkan untuk poin keempat dan kelima, PAN mengusulkan pernyataan resmi Setgab SBY diatur melalui juru bicara yang disepakati dan pakta politik bersifat mengikat, jika ada kesepakatan yang dilanggar, anggota koalisi harus bersedia keluar dari koalisi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya