bima arya sugiarto/ist
bima arya sugiarto/ist
RMOL. Partai Amanat Nasional termasuk partai anggota partai politik dalam barisan pendukung pemerintah yang meminta SBY me-reshuffle kader-kader Golkar dan PKS dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun, karena kemungkinan usulnya tidak digubris oleh SBY, PAN pun mengusulkan opsi alternatif.
"Ini beberapa pemikiran terkait dengan kecendrungan tidak adanya reshuffle," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 9/3).
Menurut Bima, agar kasus pembelotan Partai Golkar dan PKS tidak kembali terulang, perlu segera dirumuskan pakta politik yang lebih konkret agar ada kesetaraan dalam Setgab SBY dan tidak terulang perlawanan internal koalisi. Pakta Politik sebaiknya mencakup lima hal.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28