Berita

garuda pancasila/ist

Pancasila dalam Ancaman Dua Fundamentalisme

SELASA, 08 MARET 2011 | 08:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. NKRI sebagai negara Pancasila sedang berada dalam ancaman dua kekuatan fundamentalisme. Cengkeraman kedua kekuatan fundamentalisme ini kuku-kukunya sudah menancap di leher Garuda Indonesia. Jadi bisa berakibat sangat serius bila dibiarkan.

Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi, dua kekuatan fundamentalisme itu adalah, pertama, “Fundamentalisme Pasar” yang ingin mengubah negara menjadi pasar (bebas) dengan memaksakan lahirnya UU berasas Neo-Liberal, sehingga ekonomi domestik yang dilindungi Konstitusi (UUD 1945) makin terpojok. Sebagian besar malah sedang menuju kebangkrutan.

Kedua adalah “Fundamentalisme Agama” yang ingin mengubah negara menjadi Negara Agama dan menghendaki semua UU berbasis Agama Negara. Sehingga mengancam kelompok minoritas yang dalam memeluk agamanya dijamin Konstitusi. Berbagai kasus yang dialami Gereja di Indonesia, dan peristiwa yang dialami jamaah Ahmadiyah, dengan varian lahirnya Perda larangan terhadap warga Ahmadiyah di Jatim dan Jabar, membuktikan kedua kekuatan fundamentalisme (pasar dan agama) merupakan dua ancaman serius yang nyata di depan mata kita.


"Celakanya, Presiden Yudhoyono yang tidak memiliki visi negarawan dengan leadership yang tidak mumpuni, justru menyediakan dirinya menjadi pintu masuk bagi dua kekuatan fundamentalisme tersebut demi mendukung kekuasaannya," kata Adhie kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 8/2).

"Jadi sesungguhnya Presiden Yudhoyono patut dapat diduga menjadi sumber malapetaka itu. Kini dia mau bersandiwara dengan menyebut seolah-olah episentrum gempa politik di negeri ini berada di Sekber Koalisi, sehingga perlu reshuffle kabinet. Benar-benar tidak lucu!" demikian Adhie. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya