laode ida/rm
laode ida/rm
RMOL. Isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II belakangan ini dimaksudkan hanya untuk bagi-bagi kekuasaan di antara partai politik. Reshuffle tidak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat.
"Padahal kontrak SBY sebenarnya adalah untuk kepentingan rakyat," kata Wakil Ketua DPD Laode Ida dalam talkshow di Metro TV petang tadi.
Dia menekankan, Presiden SBY merupakan sosok yang dipilih rakyat lebih dari 60 persen pada saat pemilihan presiden 2009 lalu. Karena itu, dia mempertanyakan, apa yang dikhawatirkan SBY bila membentuk kabinet berdasarkan profesionalitas, bukan karena hitung-hitungan politik. Apalagi, kalau reshuffle hanya dimaksudkan untuk mengganjal Golkar dan PKS dan memberikan jatah kursi kepada partai lain.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28