Berita

sby/ist

Dijamin, SBY Tak akan Tenang Meski Semua Partai Bergabung dalam Pemerintahannya

MINGGU, 06 MARET 2011 | 22:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu masih terus menjadi pergunjingan. Publik berharap SBY segera memberi kepastikan apakah akan merombak kabinet atau tidak. Tapi diyakini, Presiden SBY tidak akan berani menendang Partai Golkar dan PKS, meski dianggap sering membelot.

"Saya nggak yakin Golkar mau dikeluarkan SBY dari koalisi, begitu juga PKS. SBY ini kan selalu ingin menjaga stabilitas, tidak ada kegoncangan. Golkar cukup punya pengaruh, memiliki kekuatan kedua di parlemen. Saya nggak yakin itu akan dilakukan SBY," kata fungsionaris DPP Hanura Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Minggu, 6/3).

Dia sendiri menasihati SBY untuk tidak begitu memperdulikan soal partai koalisi. Karena diingatkan, Indonesia menggunakan sistem presidensial, jadi tidak mengenal adanya koalisi dan oposisi.


"Kenapa SBY nggak fokus saja pada kesejahteran rakyat, ketimbang harus sibuk urus hiruk pikuk masalah koalisi. Nggak usahlah didramatisir. Ketika pemerintah bekerja dengan dengan baik, tidak perlu ada koalisi. Semua fraksi di parlemen akan memberikan dukungan," tegasnya.

Tapi yang terjadi saat ini, Sudding menambahkan, pemerintah belum bekerja secara maksimal. Kesejahteraan belum dirasakan rakyat; penegakan hukum masih tebang pilih; dan beras masih diimpor. Karena itu dia yakin seandainya pun semua partai bergabung dengan SBY, kecuali partai Hanura yang sejak awal tidak pernah terbersit untuk bergabung, SBY tetap tidak akan tenang.

"Walaupun juga Gerindra dan PDI Perjuangan masuk, partai itu tidak akan memberikan dukungan penuh. Karena apa yang bisa diharapkan dari pemerintahan seperti ini. Partai itu selalu bekerja dan berbuat untuk rakyat. Mana ada partai yang yang mau ditinggalkan rakyat. Karena itu kalau ada kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, partai-partai itu tidak akan sejalan (dengan pemerintah)," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya