Berita

Ajak Ramai-ramai Masuk, karena SBY Akui Tak Bisa Bekerja Sendirian

MINGGU, 06 MARET 2011 | 14:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terus mendekati partai-partai yang belum masuk dalam koalisi untuk memperkuat pemerintahan. Sejatinya, apa yang dilakukan Presiden SBY ini bukan sesuatu yang mengejutkan.

"Karena sudah dikatakan beliau dan juga rekan-rekan Partai Demokrat, kan tidak mungkin membangun bangsa seorang diri. Semakin banyak semakin bagus. Jadi mungkin akan semakin banyak dimasukkan, Gerindra dimasukkan, PDIP dimasukkan. Kalau menterinya kurang ditambah lagi kementerian baru," kata mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid kepada Rakyat Merdeka Online.

Bila semua partai diajak masuk dalam pemerintahan, hal itu tidak akan efektif. Menurut Hidayat, pemerintahan akan sangat efektif, bila koalisi tidak terlalu besar. Tapi dia menggarisbawahi, koalisi harus berdasarkan profesionalitas dan rekam jejak partai sebelum pemerintahan SBY-Boediono dibentuk.


"Tapi koalisi berbasiskan profesionalitas, tapi juga berbasiskan, karena ini portofolio politik. Karena itu siapa pun tahu, bahwa kalau Golkar itu punya calon Presiden (pada saat pilpres tahun 2009) dan PDIP sejak awal sudah melawan Pak SBY," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya