Berita

pks/ist

Pertanyakan Soal PDIP, PKS Tunggu Konsistensi SBY

MINGGU, 06 MARET 2011 | 09:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mempermasalahkan bila empat kadernya yang saat ini duduk di Kabinet Indonesia Bersatu II di-reshuffle SBY karena hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.

Tapi seperti dikatakan mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, PKS berharap SBY me-reshuffle kabinet dengan alasan yang konsisten, tidak dengan alasan yang membuat masyarakat bingung.

"Kalau di-reshuffle, alasannya juga yang konsisten. Kalau di-reshuffle karena partainya mendukung hak angket, maka yang masuk mestinya adalah partai yang menolak hak angket. Kalau di-reshuffle partai yang mendukung hak angket, tapi yang diajak bergabung juga partai yang mendukung, publik akan bertanya-tanya," kata Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 5/3).


Hal ini dikatakan mantan Ketua MPR ini terkait dengan ngototnya Partai Demokrat atau Presiden SBY mengajak PDI Perjuangan untuk bergabung dalam pemerintahan. Padahal, kata anggota Majelis Syura PKS ini, PDI Perjuangan merupakan partai pendukung, bahkan menjadi inisiator usul penggunaan hak angket untuk menyelidiki kasus mafia pajak.

"Kalau misalnya, PKS dan Golkar dikeluarkan, misalnya karena berbeda dalam dua hal, hak angket Century dan hak angket pajak, maka orang akan bertanya kok PDIP dimasukkan. Bukannya PDIP berbeda dalam banyak hal, karena memang dia dari awal memposisikan diri sebagai partai oposisi. Jadi publik akan bingung nanti, paradigma reshuffle itu apa. Yang beda dalam dua masalah saja ditendang. Tapi yang beda hampir semua masalah diajak masuk," katanya mempertanyakan. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya