pks/ist
pks/ist
RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mempermasalahkan bila empat kadernya yang saat ini duduk di Kabinet Indonesia Bersatu II di-reshuffle SBY karena hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.
Tapi seperti dikatakan mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, PKS berharap SBY me-reshuffle kabinet dengan alasan yang konsisten, tidak dengan alasan yang membuat masyarakat bingung.
"Kalau di-reshuffle, alasannya juga yang konsisten. Kalau di-reshuffle karena partainya mendukung hak angket, maka yang masuk mestinya adalah partai yang menolak hak angket. Kalau di-reshuffle partai yang mendukung hak angket, tapi yang diajak bergabung juga partai yang mendukung, publik akan bertanya-tanya," kata Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 5/3).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28