Berita

Amir Syamsuddin/ist

Demokrat Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Keputusan Presiden SBY

JUMAT, 04 MARET 2011 | 22:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Desakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera memberi kepastian apakah akan merombak Kabinet Indonesia Bersatu II atau tidak kian kencang. Tapi, Partai Demokrat meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak mendesak-desak Presiden SBY dengan memberi deadline waktu.

"Tentunya SBY memerlukan waktu, renungan, pemikiran. Tapi dia kan sudah jelas mengatakan, secepatnya. Itu bisa dalam hitungan minggu bahkan hari. Urusan secepatnya ini bukan menggunakan ukuran orang biasa, yang seketika," kata Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Partai Demokra Amir Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 4/3).

Tapi, berlarut-larutnya isu reshuffle KIB II akan membuat kegaduhan politik semakin lama. Bila tidak segera membuat kepastian, sama saja SBY menginginkan kegaduhan politik terus terjadi. Anggapan ini dibantah mantan Sekjen partai berlambang bintang mercy tersebut.


"SBY ini paling tidak suka kegaduhan. Dalam berbagai kesempatan, dia mengatakan kepada kami untuk menghindari kegaduhan. Orang yang kurang sabar itu lah yang buat kegaduhan. Tak masalah sedikit terlambat, tapi keputusaun (yang akan diambil) itu bagus, daripada terkesan cepat, tapi ceroboh," ungkapnya.

Politisi yang juga pengacara senior ini memastikan SBY akan mengambil keputusan. Dalam membuat keputusan tersebut, lanjutnya, SBY tidak hanya berdasarkan kalkulasi politik semata, tapi juga mempertimbangkan basis kinerja menteri dan hasil kajian Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya