Romahurmuzy/ist
Romahurmuzy/ist
RMOL. Rencana tata ulang koalisi pemerintahan SBY-Boediono saat ini belum ideal bila PKS dan Partai Golkar dikeluarkan sementara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra belum memberikan kepastian akan bergabung dalam barisan partai politik pendukung pemerintah.
Namun karena bukan situasi ideal, Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuzy memakai matematika sederhana untuk membuat hitung-hitungan politik partai koalisi, yaitu, 6 - 2 + 2 = 6. Artinya, jika keluar 2 partai, masuk 2 partai. Tapi, bila keluar 1 partai, masuk 1 partai.
"Namun mengingat potensi resiko meletakkan Partai Golkar di luar kabinet, perlu pertimbangan yang masak untuk melangkah lebih jauh. Inilah yang tercermin dengan kalimat Presiden (SBY) kemarin, 'satu-dua parpol melanggar kesepakatan koalisi'," kata politisi muda PPP ini dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online malam ini.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28