Berita

roy suryo/ist

Roy Suryo: KPI dan RCTI Mestinya Cooling Down

RABU, 02 MARET 2011 | 16:57 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Anggota Komisi I DPR Roy Suryo menilai langkah Komisi Penyiaran Indonesia melaporkan RCTI ke polisi sejatinya tidak perlu dilakukan. KPI mengadukan manajemen RCTI ke polisi terkait tayangan Silet edisi  7 November 2010 yang mengangkat ramalan letusan Gunung Merapi.

Begitu pula dengan tindakan RCTI yang menggugat kewenangan KPI ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), menurut politisi Partai Demokrat juga tidak perlu dilakukan.

"Menurut saya kedua pihak  kedua pihak harus cooling down," ujar Ketua Pokja Kominfo Komisi I DPR, Roy Suryo, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Rabu, 2/3).

Roy berharap agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan RCTI menghentikan perseteruan terkait tayangan Silet. Masih banyak persoalan lain yang harus diurusi ketimbang berjibaku dengan permasalahan tersebut. 

"KPI sudah bertugas dengan baik, pihak RCTI pun sudah mematuhi, lebih dari tiga bulan tayangan Silet dihentikan. Sudahlah damai saja, karena hubungan ini jangka panjang," ujarnya.

Menurut Roy, masih banyak sekali permasalahan bangsa ini yang harus diselesaikan daripada hanya mengurusi masalah Silet. Termasuk perseteruan beberapa media dengan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang juga sejatinya menyita perhatian KPI. [zul]


Menurut Roy, masih banyak sekali permasalahan bangsa ini yang harus diselesaikan daripada hanya mengurusi masalah Silet. Termasuk perseteruan beberapa media dengan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang juga sejatinya menyita perhatian KPI. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya