Burhanuddin Muhtadi/ist
Burhanuddin Muhtadi/ist
RMOL. Pernyataan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga dalam waktu dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeveluasi Kabinet Indonesia Bersatu II salah satunya karena PKS dan Golkar mendukung hak angket pajak semakin membuktikan reshuffle kabinet berdasarkan politik bukan kinerja.
"Justru statement staf komunikasi politik menunjukkan reshuffle didasarkan pada politik, bukan kinerja. Perbedaan sikap dalam soal Panja makin membenarkan sinyalemen itu," kata peneliti senior Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/3).
Dia menilai, ada tiga alat yang bisa dijadikan untuk me-reshuffle KIB II. Pertama berdasarkan kinerja dan profesionalisme menteri. Dan kalau itu yang dijadikan alasan, mestinya reshuffle sudah dilakukan sejak lama. Karena UKP4 yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto sudah melakukan penilaian. Dan itu bukan hanya menteri dari PKS dan Golkar yang dinilai kerja di bawah standar.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28