Berita

Burhanuddin Muhtadi/ist

Pernyataan Jubir SBY Indikasi Reshuffle Bermotif Politik

SELASA, 01 MARET 2011 | 14:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga dalam waktu dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeveluasi Kabinet Indonesia Bersatu II salah satunya karena PKS dan Golkar mendukung hak angket pajak semakin membuktikan reshuffle kabinet berdasarkan politik bukan kinerja.

"Justru statement staf komunikasi politik menunjukkan reshuffle didasarkan pada politik, bukan kinerja. Perbedaan sikap dalam soal Panja makin membenarkan sinyalemen itu," kata peneliti senior Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/3).

Dia menilai, ada tiga alat yang bisa dijadikan untuk me-reshuffle KIB II. Pertama berdasarkan kinerja dan profesionalisme menteri. Dan kalau itu yang dijadikan alasan, mestinya reshuffle sudah dilakukan sejak lama. Karena UKP4 yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto sudah melakukan penilaian. Dan itu bukan hanya menteri dari PKS dan Golkar yang dinilai kerja di bawah standar.


"Kedua berdasarkan kritik publik atau berdasarkan survei. Kalau LSI, kita tidak pernah mensurvei orang, tapi bidang. Yang banyak disorot bidang penegakan hukum, dan ekonomi mikro. Ketiga berdasarkan politik," katanya.

Dia sebenarnya sudah sejak awal menilai bahwa SBY akan mereshuffle KIB II berdasarkan politik. Dan alasan itu wajar. Karena menteri adalah jabatan politis. Tapi, dia mengingatkan, pemerintah tidak perlu berbasa-basi bahwa reshuffle berdasarkan kinerja. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya