Anas Urbaningrum/ist
Anas Urbaningrum/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sama saja mengkerdilkan dan tidak menghargai Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bila tidak merombak Kabinet Indonesia Bersatu II.
Pasalnya, di banyak kesempatan, Anas sudah menyarankan agar Partai Golkar dan PKS keluar dari pemerintahan karena mendukung hak angket pajak.
"Itu artinya Partai Demokrat dan ketua dewan pembinanya (SBY) tidak sinkron. Karena partainya tegas tapi pembinanya tidak tegas. Ini menyedihkan sekali. Anas sudah benar, yang nggak benar itu SBY," kata pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 28/2).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28