Berita

dipo alam/ist

Adhie Massardi: Dipo Alam Mungkin Tidak Sepenuhnya Salah!

SENIN, 28 FEBRUARI 2011 | 10:48 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Bukannya meminta maaf, Sekretaris Kabinet Dipo Alam malah “menyerang balik” Metro TV dan Media Indonesia yang melaporkannya ke polisi. Hari ini (Senin, 28/2), Dipo Alam akan melaporkan media milik Surya Paloh itu ke polisi karena dianggap telah menyalahgunakan posisi sebagai media untuk menyudutkan dirinya.

Menurut mantan jurubicara presiden, Adhie Massardi, Dipo Alam tidak sepenuhnya salah dalam kasus ini. Karena bagaimanapun hanya ada dua kemungkinan mengapa ia berani menantang media dengan mengeluarkan instruksi (lisan) agar pemerintah memboikot media (TV One, Metro TV dan koran Media Indonesia) yang beritanya selalu kritis terhadap pemerintah.

Pertama, Dipo Alam mengatakan itu atas perintah Presiden SBY. Kedua, bisa jadi ide pernyataan itu memang dari Dipo Alam, tapi Presiden SBY memberikan persetujuan.

“Tidak mungkin pernyataan dari jajaran kabinet, apalagi yang krusial seperti yang diucapkan Dipo, keluar tanpa sepengetahuan Presiden, atau tanpa seijin Presiden. Bagaimana pun juga, suara jajaran kabinet merepresentasikan pemerintah, dan mencerminkan sikap Presiden,” demikian kata Jurubicara Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 28/2). [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya