SBY/ist
SBY/ist
RMOL. Permintaan kader Partai Demokrat dan ketua umumnya, Anas Urbaningrum, agar Partai Golkar dan PKS keluar dari Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah setelah membelot dari kesepakatan tentang usul pembentukan hak angket pajak dinilai wajar.
"Ketua Umum (Anas) tentu memiliki pertimbangan khusus (meminta Golkar-PKS keluar)," kata politisi senior Partai Demokrat, Syarief Hasan, kepada Rakyat Merdeka Online kemarin petang (26/2) di Bandara Hassanuddin Makassar.
Tapi dia mengingatkan, perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II merupakan hak prerogatif Presiden SBY. Namun, pembelotan dua partai koalisi dan permintaan Anas itu bisa jadi salah satu referensi SBY dalam merombak formasi pembantunya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28