syarief hassan/ist
syarief hassan/ist
RMOL. Seperti kader Partai Demokrat lainnya, Syarief Hassan juga kecewa dengan Partai Golkar dan PKS, karena tidak sejalan dengan partai penguasa itu. Meski begitu, dia memaklumi keputusan dua partai itu mendukung hak angket pajak.
"Ya kalau dikatakan kecewa juga ada. Tapi kita harus memaklumi masing-masing partai punya kepentingan. Jadi sah-sah saja," kata Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah itu kepada Rakyat Merdeka Online di Bandara Hassanuddin Makassar, kemarin petang (Sabtu, 26/2).
Namun, dia menegaskan, tidak ada hubungan antara hak angket pajak dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. Karena dua hal tersebut tidak ada hubungan sama sekali. Meski, dia mengingatkan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden SBY.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28