Berita

ilustrasi/ist

Pemerintah Akui Pelaku Dunia Usaha Indonesia Masih Kecil

SABTU, 26 FEBRUARI 2011 | 08:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sebesar 6,4 persen. Pemerintah juga akan berusaha menekan angka kemiskinan dari 13 persen saat ini menjadi 8 persen.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah akan terus menggalakkan gerakan kewirausahaan nasional. Makanya dalam konteks ini, pemerintah, melalui Kementerian Koperasi dan UKM, mengimbau segenap generasi muda Indonesia untuk mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta atau pemberi lapangan kerja.

"Pola mindset ini yang harus kita bangun bersama. Karena kita memiliki oportunity yang tinggi, pemerintah mendukung. Semua kementerian bersinergi gerakan kewirausahaan ini harus betul-betul didorong," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat memberikan sambutan pada acara launching gerakan wirausaha sekaligus pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Barat, di Hotel D'Maleo, Mamuju, Sulbar kemarin petang (Jumat, 25/2).

Diingatkan Menkop, saat ini jumlah pelaku wirausaha Indonesia masih sedikit. Pelaku wirausaha baru mencapai 0,24 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Jumlah ini sangat jauh bila dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 2,1 persen dari populasinya; Singapura mencapai 7,2 persen; Thailand 4,1 persen; Amerika Serikat 11,5 persen dari populasi jumlah penduduknya.

Menteri asal Partai Demokrat ini mengatakan, mahasiswa yang kuliah tentu ingin tamat dan mendapatkan ijazah. Dia menantang agar mahasiswa sebelum tamat untuk menciptakan lapangan pekerjaan terlebih dahulu.

"Saya katakan untuk adik-adik anak muda, sekarang ubahlah mindset Anda. Lalu ada yang mengatakan, tapi modal darimana? Saya katakan pemerintah sebagai stimulator, pemerintah memberikan fasilitas dan saudara-saudara yang mengembangkan," ungkapnya.

Sebagai tahap awal, dia menjelaskan para pemuda cukup membuat visibilty study tentang wirausaha produktif, yang akan dibangun, cukup hanya dua lembar dan diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM.

"Ada yang mengatakan birokrasi sukar. Tentu, demand yang begitu tinggi, kapasitas sangat sedikit tentu kita akan selektif. Kita hanya memberikan motivasi kepada Anda," tandasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya