Berita

kaddafi/ist

KESAKSIAN DARI LIBYA

Inilah Konspirasi Menjatuhkan Khaddafi

JUMAT, 25 FEBRUARI 2011 | 09:40 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Banyak pihak yang terlibat dalam konspirasi untuk menjatuhkan Moammar Khaddafi yang selama ini dikenal non-kompromistis terhadap asing. Dengan demikian pemberitaan tentang Libya banyak sekali yang bias, didramatisasi dan sangat berlebihan.

Begitu kesaksian Gelar Digjaya Muhammad, salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Islamic Call College Tripoli.

Dalam e-mail yang dikirimkan ke redaksi Rakyat Merdeka Online, mahasiswa jurusan ilmu ekonomi dan keuangan asal Bandung itu mengatakan, kebanyakan media massa Barat dan semi-Barat mengandalkan berita dari saksi mata yang tidak jelas.

“Saya melihat saksi mata tersebut adalah jaringan konspirasi yang sudah disiapkan musuh-musuh Khaddafi semenjak jatuhnya rezim Ben Ali di Tunisia,” ujar Gelar yang juga Ketua Departemen Kaderisasi Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia dan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu-ilmu Ekonomi di kampusnya.

Penjelasan terakhir pemerintah Libya menyebutkan bahwa korban yang Tewas dalam demonstrasi yang terjadi sejak pertengahan bulan ini ad alah 110 anggota pasukan keamanan, 222 orang sipil. Di antara korban sipil 120 adalah warga Benghazi yang terletak 1.000 km ke arah timur dari Tripoli. Di kota inilah demonstrasi berawal pada tanggal 16 dan 17 Februari.

Benghazi adalah ibukota Libya sebelum Kaddafi berkuasa di tahun 1965. Kota itu juga dikenal sebagai konsentrasi pengikut Raja Idris yang digulingkan Khaddafi. Sudah sejak lama warga Benghazi ingin memisahkan diri dari pemerintahan Khaddafi. Kaum oposan di Benghazi pun memanfaatkan momen “tsunami demo” yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

“Saat ini Benghazi masih berada di bawah kendali demonstran oposan. Demonstran oposan di Benghazi sebagiannya bersenjata setelah banyak unsur tentara pemerintah di Benghazi yang belot, gudang senjata dikuasai, bahkan tank-tank,” demikian Gelar. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya