Berita

kadhafi/ist

Tolak Ngebom Ladang Minyak, Pilot Libya Lompat dari Pesawat

KAMIS, 24 FEBRUARI 2011 | 13:21 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Posisi pemimpin Libya Moammar Kadafhi semakin tersudut. Dunia internasional mengecam tindakan brutal yang dilakukan penguasa Libya sejak 1965 itu untuk mempertahankan kekuasaan. Di kalangan internal, kelompok militer dan beberapa menteri Kadhafi sudah mengundurkan diri.

CNN melaporkan, seorang pilot menolak perintah untuk membombardir lapangan minyak di baratdaya Benghazi. Informasi yang diperoleh dari seorang tokoh oposisi ini juga menyebutkan bahwa sang pilot memilih melontarkan tubuhnya keluar dari kokpit pesawat.

Koran Libya, Quryna, juga menurunkan laporan mengenai dua orang pilot yang melompat dari pesawat mereka. Pesawat itu jatuh di daerah yang tak berpenghuni di barat Ajdabiya, sekitar 160 kilometer baratdaya Benghazi.

Adapun Qurynamerupakan bagian dari tanda-tanda akan berakhirnya kekuasaan Kadhafi di negeri itu. Ketika demonstrasi dimulai pekan lalu, koran ini menjadi salah satu alat propaganda penguasa. Namun, perlahan tapi pasti sikap Quryna mulai berubah. Kini mereka melaporkan jalannya demonstrasi dan korban-korban yang jatuh.

CNN mengakui sulit bagi mereka untuk memperoleh laporan dari daerah-daerah lain Libya. Pemerintah Libya memperketat saringan komunikasi dan berkali-kali menolak pertanyaan dari media. Sejauh ini yang dilakukan CNN umumnya adalah menghubungi narasumber lewat telepon.

Juga dilaporkan bahwa pemerintah Malta menolak kehadiran pesawat sipil Libyan Arab Airlines yang membawa pengungsi ke negara itu. Menurut pihak berwenang, pemerintah Malta menolak kehadiran pesawat itu karena tidak tahu siapa saja yang ikut menumpang di dalamnya. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya