Berita

Bara Hasibuan/ist

Alasan Menendang PKS dan Golkar dari Koalisi Menguat

RABU, 23 FEBRUARI 2011 | 13:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hasil voting hak angket pajak tadi malam (Selasa, 22/2) semakin memperkuat kebutuhan untuk merombak total koalisi pendukung SBY-Boediono.

Sikap yang ditunjukkan oleh Golkar dan PKS merupakan puncak dari perilaku oportunistis kedua partai itu dalam menggunakan Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah sebagai forum untuk memenuhi kepentingan partai masing-masing.

"Koalisi sudah seharusnya dirombak. Perilaku anggota partai-partai pendukung hak angket yang tergabung di Setgab tidak gentle dan oportunis. Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan Setgab saat ini sudah tidak efektif. Sudah waktunya koalisi dirombak total dan Setgab sebagai instrumen operasionalnya direstrukturisasi," ujar Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Bara Hasibuan, dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/2).

Terdapat indikasi kuat dan jelas bahwa hak angket pajak ingin dipakai untuk melayani kepentingan pribadi. Alasan itulah yang tidak bisa diterima. Karena itu, restrukturisasi koalisi juga untuk membersihkan koalisi dari oportunis politik tersebut. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya