Bara Hasibuan/ist
Bara Hasibuan/ist
RMOL. Hasil voting hak angket pajak tadi malam (Selasa, 22/2) semakin memperkuat kebutuhan untuk merombak total koalisi pendukung SBY-Boediono.
Sikap yang ditunjukkan oleh Golkar dan PKS merupakan puncak dari perilaku oportunistis kedua partai itu dalam menggunakan Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah sebagai forum untuk memenuhi kepentingan partai masing-masing.
"Koalisi sudah seharusnya dirombak. Perilaku anggota partai-partai pendukung hak angket yang tergabung di Setgab tidak gentle dan oportunis. Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan Setgab saat ini sudah tidak efektif. Sudah waktunya koalisi dirombak total dan Setgab sebagai instrumen operasionalnya direstrukturisasi," ujar Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Bara Hasibuan, dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/2).
Terdapat indikasi kuat dan jelas bahwa hak angket pajak ingin dipakai untuk melayani kepentingan pribadi. Alasan itulah yang tidak bisa diterima. Karena itu, restrukturisasi koalisi juga untuk membersihkan koalisi dari oportunis politik tersebut. [zul]
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 22:15
Kamis, 30 April 2026 | 21:41
Kamis, 30 April 2026 | 21:37
Kamis, 30 April 2026 | 20:41
Kamis, 30 April 2026 | 20:21
Kamis, 30 April 2026 | 20:16
Kamis, 30 April 2026 | 19:46
Kamis, 30 April 2026 | 19:32
Kamis, 30 April 2026 | 19:27
Kamis, 30 April 2026 | 19:25