Berita

ilustrasi

Indonesia Keluarkan Travel Warning ke Libya, Yaman dan Bahrain

RABU, 23 FEBRUARI 2011 | 13:18 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kementerian Luar Negeri mengeluarkan peringatan perjalanan bagi WNI yang ingin berkunjung ke Libya, Yaman dan Bahrain yang sedang bergolak.

Dalam rilis Kemenlu RI yang diterima redaksi pagi ini, seluruh WNI yang saat ini berada di Libya, Yaman dan Bahrain, diminta agar terus meningkatkan kehati-hatian, kewaspadaan dan menghindari kerumunan massa serta daerah-daerah yang rawan tingkat keamanannya.

Seluruh WNI, khususnya yang berada di Libya, Yaman dan Bahrain, juga diminta selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan KBRI di negara-negara tersebut.


Kemenlu RI memberikan alamat dan nomor telepon ketiga Kedutaan, sebagai berikut:

KBRI Tripoli, Libya
Hay Al Karamah, Qobri Taariq Al Sari', Amaama Al Saraaj, (P.O.BOX 5921), Tripoli, Libya
Telepon: (218 21) 484 2067, 484 2843, 484 2844
Fax: (218 21) 484 2069, 484 2075
HP: +218925173125

KBRI Sana’a, Yemen
Beirut Street Faj Attan (P.O.BOX 19873) Hadda, Sanaa, Republic of Yemen
Telepon: (967 1) 427 210, 427 211
Fax : (967 1) 427-212
Hotline: +967 713947243, +967 427210, +967 427211

KBRI Manama, Bahrain
Villa 860, Road 3117, Block 331, Area Zinj, Manama, Bahrain
Telepon: +973 17233875
Fax: +973 17233786
HP. +973 39387510, +973 39387310, + 973 36463138, +973 39131945

Selain ketiga KBRI tersebut di atas, WNI dapat juga menghubungi Direktorat Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan nomor (62-21) 384 9045 dan +6282111900440.

“Seluruh WNI yang merencanakan berkunjung ke Libya, Yaman, dan Bahrain dalam waktu dekat, diimbau untuk meninjau kembali rencana kunjungannya hingga situasi kembali normal,” demikian Kemenlu. [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya