Berita

ramadhan pohan/ist

HAK ANGKET PAJAK

Keluar dari Pemerintah, PKS-Golkar Tak Perlu Tunggu Diusir

SELASA, 22 FEBRUARI 2011 | 16:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat tidak habis pikir kenapa dua partai koalisi, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera mendukung pembentukan Hak Angket Perpajakan, berbeda dengan Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah.

"Kalau ada partai koalisi pemerintah yang mendukung angket itu, itu berarti sudah salah kaprah. Secara pribadi saya sangat kecewa sejumlah politisi yang ada di partai itu. Ini bukan hanya individi saya, tapi 1,2,3,5,6,7 kawan-kawan di Demokrat," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 22/2).

Karena itu, lanjut anggota Komisi I DPR ini, saat ini Golkar dan PKS sebaiknya instropeksi untuk memikirkan apakah merasa koalisi pemerintahan masih dianggap sebagai tempat yang pas untuk memperjuangkan aspirasi. Kalau memang merasa sudah tidak sejalan, kedua partai itu sebaiknya keluar koalisi.


"Kalau sudah melihat koalisi ini tidak benar dan tidak sejalan, dari pada mengeroceki, kita ikhlas saja kalau mereka menanggap sudah tidak sesuai, kita sudah rela," tandasnya.

Untuk keluar dari koalisi, terangnya, Golkar dan PKS tidak perlu berkilah bahwa itu adalah tergantung Presiden SBY. Menurutnya, dalam politik itu perlu kesadaran politik, jadi tidak perlu menunggu sikap Presiden SBY. "Demokrat tidak punya tradisi mengusir, tapi kedewasaan. Kalau sudah tidak sejalan, kenapa kenapa tunggu Presiden SBY," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya