Berita

anas urbaningrum/ist

PANSUS PAJAK

Pasukan Demokrat Siap Jalankan Perintah Anas Urbaningrum

SELASA, 22 FEBRUARI 2011 | 09:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat siap menggagalkan usul pembentukan hak angket pajak di rapat paripurna DPR hari ini (Selasa, 22/2). Pasalnya, pembentukan hak angket ini tidak punya landasan karena tidak ada kebijakan yang dilanggar oleh pemerintah.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbanigrum dalam konsolidasi partai kemarin telah memberikan arahan secara tegas dan gamblang tentang hak angket tersebut.

"Tinggal kami jalankan itu dalam rapat paripurna. Kami harus hadirkan argumentasi-argumentasi yang baik, yang bernas, yang bisa kami anggap meyakinkan teman teman fraksi lain betapa tidak perlunya angket pajak ini," kata anggota Komisi I DPR ini kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 22/2).


Penolakan Partai Demokrat terhadap pembentukan hak angket perpajakan bukan berarti tidak sepakat pemberantasan mafia pajak. Karena soal pajak ini merupakan persoalan hukum, maka harus ditangani lembaga penegak hukum, seperti Polri, Kejaksaan, dan bahkan KPK. Menurutnya, bila memang perusahaan-perusahaan yang disebut-sebut pengemplang pajak keberatan, bisa diajukan ke tingkat banding atau ke Mahkamah Agung. Dikhawatirkan, bila kasus pajak ini dibawa ke DPR  rentan dipolitisasi, dibelokkan, digunakan untuk kepentingan tertentu.

"Beda dengan hukum yang berdasarkan alat bukti. Dan ingat tidak ada satu perusahaan dari ratusan itu ada hubungan dengan istana, tidak ada hubungan dengan Demokrat, kami bersih, kami clear disana. Bandingkan dengan partai lain. Silakan dinilai sendiri," sindirnya.[yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya