Berita

ade komaruddin/ist

PANSUS PAJAK

Golkar Jamin SBY Aman Hingga 2014

SENIN, 21 FEBRUARI 2011 | 07:47 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Partai Golkar menjadi partai pertama yang menjamin pemerintahan SBY aman hingga 2014. Di sisi lain, bagi Partai Golkar koalisi harus efektif sebagai alat memperjuangan kepentingan rakyat dan mengembangkan demokrasi.

Demikian diingatkan Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI). Ketua Umum SOKSI Ade Komaruddin mengatakan pihaknya mendukung keinginan kuat Partai Golkar membentuk Pansus Pajak dan menyesalkan sikap Partai Demokrat yang menarik dukungan pada pembentukan pansus itu. Padahal, Demokrat adalah pihak pertama yang mengusulkan. Pembentukan Pansus Pajak akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR besok (Selasa, 22/2).

"Suksesnya angket ini penting untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak, ditengah terjadinya kebocoran dan maraknya mafia pajak pada direktorat pajak. Jangan lupa, penerimaan negara pajak ini sangat menentukan  suksesnya pembangunan secaca keseluruhan, karena 85 persen pemasukan APBN dari pajak," ujar Ade Komarudin saat memberikan santunan kepada fakir miskin dan anak yatim di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, kemarin (Minggu, 20/2) dalam rilis yang diterima hari ini (Senin, 21/2).


Menurut Ade Komarudin, Pansus Pajak juga akan membantu Dirjen Pajak yang baru untuk mereformasi birokrasi di lingkungan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan dan menggenjot penerimaan negara dari sektor pajak.

"Saya mengimbau agar Demokrat tetap konsisten. Kembalilah ke idealisme semula untuk kejayaan negara, karena Golkar semula hanya ikut mendukung, tapi dalam perjalanan terakhir tetap konsisten. Lagi pula hak angket pajak ini kan tidak untuk pemakzulan presiden," demikian Ade. [guh]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya