Berita

presiden sby/ist

Pengajuan Hak Angket Pajak Tak Ada Hubungan dengan Koalisi SBY

MINGGU, 20 FEBRUARI 2011 | 21:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengajuan hak angket Perpajakan ini murni karena alasan objektivitas ingin memberantas mafia pajak secara total. Karena itu tak ada hubungan dengan Sekretariat Gabungan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah.
 
"Kita sih menganggap, hal ini bukan masalah koalisi. Ini masalah objektivitas dalam hal pemberantasan mafia pajak. Kita ingin kasus mafia ini dibereskan secara total tidak sepotong-potong. Kalau nunggu undang-undang direvisi, ya kalau dimajukan pemerintah. Kalau tidak, kapan kelarnya," tegas politisi Partai Golkar Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Minggu, 20/2).

Sebelumnya Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang meminta kader Golkar keluar dari Kabinet Indonesia Bersatu II, bila Golkar tidak sejalan dengan Partai Demokrat. Sedangkan Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto akan meminta Presiden SBY menata ulang koalisi, jika Golkar dan PKS tetap mengajukan hak angket, Selasa besok.
 

 
Partai Golkar memang berkomitmen untuk mengawal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sampai 2014. Tapi, itu bukan berarti Partai Golkar tidak boleh kritis.

'Terhadap hal-hal tertentu yang menurut kita belum bagus, (Golkar) tetap kritisi. Jadi kita tidak bicara dalam hal koalisi. Kita hanya bicara dalam hal mengkritisi. Itu kan kewajiban. Kalau misalnya, nggak boleh, itu tidak sejalan dengan semangat reformasi," tandas anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya