Berita

paus/ist

Jepang Hentikan Perburuan Ikan Paus

JUMAT, 18 FEBRUARI 2011 | 15:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Jepang terpaksa menghentikan perburuan ikan paus di Antartika lebih awal setelah dikecam Sea Shepherd Conservation Society. Perburuan yang biasanya berakhir pada pertengahan Maret telah dihentikan sejak 10 Februari lalu. Kecaman juga datang dari Islandia dan Norwegia yang keberatan terhadap perburuan paus untuk tujuan komersial.


"Bagaimanapun juga kami akan tetap berada disini (bersama) kapal Jepang sampai mereka kembali ke utara dan memastikan bahwa mereka telah keluar dari area  perlindungan paus di Samudera Selatan," kata Paul Watson, pendiri kelompok Sea Shepherd, kepada AFP.



"Sampai saat ini kapal-kapal tersebut sedang dalam pengejaran dan sangat sulit untuk untuk menjamin keselamatan para awak kapal," ujar Michihiko Kano, Menteri Pertanian dan  Perikanan Jepang, menanggapi komentar aktivis Sea Sheperd, seperti dilansir BBC (Jum'at, 18/2)

Penangkapan paus untuk tujuan komersial telah dilarang sejak tahun 1986. Tapi Jepang mengeluarkan peraturan yang melegalkan perburuan untuk penelitian ilmiah. Dengan menggunakan alasan tersebut 180 armada Jepang telah membunuh sedikitnya 945 ikan Paus di perairan Antartika selama musim dingin.

 
Negara-negara anti penangkapan ikan paus yang dipimpin Australia dan Selandia Baru juga mengecam Jepang. Bila Jepang tidak segara menghentikan perburuan kejam itu, negara-negara ini akan membawa Jepang  ke Mahkamah Internasional. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya