Berita

Bara Hasibuan Ingatkan Salah Satu Target Pemerintahan SBY

KAMIS, 17 FEBRUARI 2011 | 00:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Salah satu target utama Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono adalah penguatan dan konsolidasi Demokrasi di Indonesia. Salah satu prasyarat demokrasi itu adalah dilindunginya hak-hak setiap golongan termasuk kelompok minoritas.

"Namun, melihat berbagai peristiwa kekerasan dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada tragedi penyerangan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik dan perusakan beberapa Gereja di Tumenggung, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap setiap golongan di Indonesia belum mendapat jaminan," jelasKetua DPP PAN Bara Hasibuan dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 16/2).

Prasyarat demokrasi itu, jelas Bara, juga sejalan dengan konstitusi kita yang menjamin hak setiap warga negara dalam menjalankan kepercayaannya. Jadi, kegagalan negara dalam melindungi setiap golongan adalah kegagalan dalam menjalankan amanat konstitusi.


"Kalau pada akhir pemerintahan Yudhoyono ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 7 persen dan angka kemiskinan bisa ditekan tapi intoleransi dan kekerasan terus terjadi maka keberhasilan itu bersifat semu dan tidak ada artinya. (Karena) Yang kita inginkan adalah Indonesia yang bukan hanya kuat secara ekonomi, tapi juga yang demokrasinya matang, dimana hak-hak setiap golongan dilindungi," jelas politisi muda ini.

Untuk itu, sebagai partai koalisi pemerintah, PAN mendesak Presiden sebagai ketua koalisi untuk memimpin langsung penanganan kasus kekerasan agama. Presiden juga perlu memberi arahan teknis dan tegas kepada institusi penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan.

"Kalau memang ada aparat yang terlibat dalam berbagai kerusuhan, seperti yang dicurigai publik, pemerintah harus mengumumkan secara transparan dan melakukan pembersihan institusional," ujar Bara.

"Ini semua harus dijadikan sebagai momentum untuk menguatkan kembali pondasi negara kita yang dibangun diatas kemajemukan. Presiden SBY harus memimpin langsung usaha ini karena tanpa adanya leadership yang kuat, tidak mungkin kemajemukan, sebagai pondasi bangsa dapat tetap terjaga," tutup Bara Hasibuan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya