RMOL. Salah satu target utama Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono adalah penguatan dan konsolidasi Demokrasi di Indonesia. Salah satu prasyarat demokrasi itu adalah dilindunginya hak-hak setiap golongan termasuk kelompok minoritas.
"Namun, melihat berbagai peristiwa kekerasan dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada tragedi penyerangan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik dan perusakan beberapa Gereja di Tumenggung, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap setiap golongan di Indonesia belum mendapat jaminan," jelasKetua DPP PAN Bara Hasibuan dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 16/2).
Prasyarat demokrasi itu, jelas Bara, juga sejalan dengan konstitusi kita yang menjamin hak setiap warga negara dalam menjalankan kepercayaannya. Jadi, kegagalan negara dalam melindungi setiap golongan adalah kegagalan dalam menjalankan amanat konstitusi.
"Kalau pada akhir pemerintahan Yudhoyono ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 7 persen dan angka kemiskinan bisa ditekan tapi intoleransi dan kekerasan terus terjadi maka keberhasilan itu bersifat semu dan tidak ada artinya. (Karena) Yang kita inginkan adalah Indonesia yang bukan hanya kuat secara ekonomi, tapi juga yang demokrasinya matang, dimana hak-hak setiap golongan dilindungi," jelas politisi muda ini.
Untuk itu, sebagai partai koalisi pemerintah, PAN mendesak Presiden sebagai ketua koalisi untuk memimpin langsung penanganan kasus kekerasan agama. Presiden juga perlu memberi arahan teknis dan tegas kepada institusi penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan.
"Kalau memang ada aparat yang terlibat dalam berbagai kerusuhan, seperti yang dicurigai publik, pemerintah harus mengumumkan secara transparan dan melakukan pembersihan institusional," ujar Bara.
"Ini semua harus dijadikan sebagai momentum untuk menguatkan kembali pondasi negara kita yang dibangun diatas kemajemukan. Presiden SBY harus memimpin langsung usaha ini karena tanpa adanya leadership yang kuat, tidak mungkin kemajemukan, sebagai pondasi bangsa dapat tetap terjaga," tutup Bara Hasibuan.
[zul]