ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Lembaga penegak hukum masih menyelidiki kasus penyerangan anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Cikeusik, Pandeglang, Banten, pekan lalu (Minggu, 6/2). Dalam peristiwa itu, tiga anggota JAI tewas dibantai penyerang. Sampai saat ini polisi masih memeriksa sejumlah tersangka pelaku.
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menegaskan sama sekali tidak ada ormas Islam yang terlibat dalam penyerangan terhadap anggota JAI di Cikeusik yang menewaskan tiga anggota JAI dan melukai belasan lainnya. Itu sebabnya, FPI bereaksi begitu keras ketika Presiden SBY menginstruksikan agar organisasi radikal dibubarkan.
“SBY tidak cerdas. Dalam peristiwa Cikeusik memang ada kekerasan. Tapi tidak ada keterlibatan ormas Islam mana pun,†begitu Habib Rizieq menjawab pertanyaan Rakyat Merdeka Online yang diajukan via e-mail, Selasa (15/2).
“Lalu, kenapa SBY menggertak dan mengancam mau membubarkan ormas Islam dengan dalih kekerasan? Ormas Islam yang mana? Kekerasan apa?†tulisnya lagi dengan nada berapi-api. [guh]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21