Berita

Kesenjangan Semakin Menganga, Bukti Pembangunan Ekonomi Tak Berpihak Rakyat Kecil

KAMIS, 10 FEBRUARI 2011 | 22:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Semakin melebarnya kesenjangan ekonomi Indonesia adalah bukti bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak berpihak kepada rakyat, meski ekonomi Indonesia tumbuh 6,1% tahun ini.

Pasalnya pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konsumsi masyarakat, terutama masyarakat kaya. Sedangkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi justru turun.

"Hal ini membuktikan bahwa ekonomi neoliberal yang dianut SBY-Boediono yang melahirkan parsialitas kesejahteraan hanya pada kelompok tertentu," ujar ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banteng, Dahnil Anzar S, kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Kamis, 10/2)


Kkesenjangan yang melebar ini membuktikan bahwa program-program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat gagal mendorong kesejahteraan. Program-program tersebut hanya bekerja di wilayah konsepsi tanpa operasionalisasi yang efektif. Akhirnya pemerintah gagal dalam mendorong peran rakyat kecil dan industri kecil sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi.

"Seharusnya apabila program KUR, PNPM bisa didorong operasinalisasinya agar tepat sasaran maka kesenjangan agak sedikit dapat diperkecil," tandas Daniel yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya