Berita

Bara Hasibuan/ist

PAN: Kerusuhan Cikuesik dan Temanggung Makin Merusak Wibawa Pemerintah

RABU, 09 FEBRUARI 2011 | 19:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kerusuhan dan kekerasan yang terjadi dalam sepekan ini, penyerangan atas jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pendeglang (Minggu, 6/2) dan perusakan beberapa Gereja di Temanggung (Selasa, 8/2) makin menambah daftar panjang kasus-kasus kekerasan di Indonesia.

"Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan kami menganggap bahwa kejadian-kejadian ini makin merusak wibawa pemerintah di mata publik yang menilai bahwa pemerintah telah gagal untuk melaksanakan salah satu kewajiban utamanya yaitu melindungi warga negara," kata ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 9/2).

Dia menilai kasus-kasus itu disebabkan ketidakmampuan aparat Kepolisian dalam mencegah terjadinya kekerasan. Dalam kasus kekerasan atas jemaah Ahmadiyah di Cikeusik misalnya, publik melihat bahwa aparat kepolisian absent dan gagal dalam mencegah terjadinya penyerangan. Padahal mereka mengakui bahwa ada informasi intelijen soal pergerakan massa.


Dengan begitu, lanjut Bara, tidak heran kalau publik menyimpulkan bahwa aparat negara tidak mampu untuk memberikan perlindungan, yang berakibat pada merosotnya kewibawaan pemerintah di mata publik.

"Untuk memperbaiki ini semua, Kepolisian harus bisa secara cepat melakukan tindakan hukum kepada para pelaku dan semua yang bertanggung jawab serta menjamin bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi," tegas Bara sambil menyerukan agar Presiden SBY menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya sesuai dengan konstitusi pasal 28-29 UUD'45. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya