Bara Hasibuan/ist
Bara Hasibuan/ist
RMOL. Kerusuhan dan kekerasan yang terjadi dalam sepekan ini, penyerangan atas jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pendeglang (Minggu, 6/2) dan perusakan beberapa Gereja di Temanggung (Selasa, 8/2) makin menambah daftar panjang kasus-kasus kekerasan di Indonesia.
"Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan kami menganggap bahwa kejadian-kejadian ini makin merusak wibawa pemerintah di mata publik yang menilai bahwa pemerintah telah gagal untuk melaksanakan salah satu kewajiban utamanya yaitu melindungi warga negara," kata ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 9/2).
Dia menilai kasus-kasus itu disebabkan ketidakmampuan aparat Kepolisian dalam mencegah terjadinya kekerasan. Dalam kasus kekerasan atas jemaah Ahmadiyah di Cikeusik misalnya, publik melihat bahwa aparat kepolisian absent dan gagal dalam mencegah terjadinya penyerangan. Padahal mereka mengakui bahwa ada informasi intelijen soal pergerakan massa.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 22:15
Kamis, 30 April 2026 | 21:41
Kamis, 30 April 2026 | 21:37
Kamis, 30 April 2026 | 20:41
Kamis, 30 April 2026 | 20:21
Kamis, 30 April 2026 | 20:16
Kamis, 30 April 2026 | 19:46
Kamis, 30 April 2026 | 19:32
Kamis, 30 April 2026 | 19:27
Kamis, 30 April 2026 | 19:25