Berita

Robert Ku­bica

Olahraga

Kubica Kena Sial

SELASA, 08 FEBRUARI 2011 | 03:22 WIB

RMOL. Dunia Formula Satu (F1) di­ke­jutkan dengan berita ke­ce­lakaan tragis yang menimpa pe­balap Renault, Robert Ku­bica. Pebalap Polandia itu me­ngalami patah tulang di kaki dan tangannya saat mengikuti ajang Rally di A­ndora, Italia, kemarin.

Kantor berita Italia ANSA me­la­porkan, Minggu (6/2), Ku­bica mengalami kecelakaan tab­rakan yang hebat. Di­ka­barkan, Kubica kehilangan ken­dali saat meng­geber mo­bil­nya dalam kecepatan tinggi yang membuat mobilnya ter­pental dan menabrak dinding pembatas.

Seriusnya cedera yang dide­rita Kubica membuat driver yang mem­perkuat Renault se­jak mu­sim lalu ini harus di­bawa meng­gunakan helikopter untuk dira­wat di Rumah Sakit Pietra Ligure, Savona.


Se­men­tara itu co-drivernya, Jakub Gerber, tidak mengalami ce­dera serius.

“Saat itu kami baru melahap empat kilometer dari stage per­ta­ma. Saat itu, saya sedang me­lihat catatan, jadi saya tak me­­ngetahui bahwa mobil me­lun­cur (ter­gelincir),” ujar Ger­ber men­ceritakan kronologis kejadian.

Atas kejadian tersebut, peba­lap berusia 26 tahun tersebut me­ngalami cedera cukup parah pada bagian tangan kanan. Tak hanya itu, patah tulang juga di­ala­minya pada beberapa bagian di kakinya. Waktu tujuh jam di­butuhkan tim dokter untuk me­la­kukan operasi agar mengetahui kondisi pasti Kubica.

“Kami harus menunggu pa­ling tidak sepekan ke depan untuk mengetahui bagaimana keadaan tangannya. Luka pada otot syaraf tangannya adalah salah satu yang jadi tanda tanya besar kami ter­kait proses pe­mulihan dan me­ngem­­balikan fungsinya seperti sedia­kala,” ujar salah satu dokter tim me­dis, Igor Rossello seba­gai­mana dikutip Autosport, Senin (7/2).

Menurutnya, dirinya belum bisa memberikan klaim pasti ter­kait kapan Kubica bisa me­ngen­darai jet daratnya lagi.

Ros­sello hanya menegaskan ce­dera yang dialami Kubica cukup parah dan diperkirakan membutuhkan waktu sekira se­tahun untuk pulih. Itu artinya, Kubica harus melewati balapan musim ini.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya