Berita

Saleh Daulay/ist

REVOLUSI MESIR

Lagi, PKS Diminta Perjelas Hubungan dengan Ikhwanul Muslimin

SENIN, 07 FEBRUARI 2011 | 16:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera diminta untuk menjelaskan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin, partai oposisi di Mesir.

"Apakah hubungan itu hanya sebatas ideologis, politis atau struktural. Ini kan harus dijelaskan. Kalau misalnya PKS merupakan bawahan Ikhwanul Muslimin, di Indonesia itukan tidak boleh. Tidak boleh ada partai yang menginduk dengan partai di luar Indonesia," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online petang ini di Jakarta (Senin, 7/1).

Saleh mengatakan itu menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa kader PKS di Mesir turut membantu demonstran menggulingkan Presiden Husni Mubarok. Meski, terkait dengan pemberitaan itu, Saleh mengetahui bahwa Sekjen PKS Anis Matta telah meluruskan pernyataannya yang disebutnya dipelintir oleh sebuah media.


"Ya, benar atau tidak, yang dikatakan oleh Anis ini, tapi ini sudah menjadi pemicu pihak keamanan Mesir menahan mahasiwa Indonesia. Karena pernyataannya (Anis) itu dimuat Al-Jazeera. Kita tidak ingin, hubungan baik Indonesia dan Mesir terganggu dengan pernyataannya tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, kader muda Nahdhatul Ulama yang juga alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Zuhairi Misrawi, telah meminta PKS untuk mengklarifikasi hubungannya dengan partai yang sempat dilarang oleh Husni Mubarok tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya