Berita

Andrinof Chaniago/IST

Sebagai Pemenang, SBY Harus Berani Ambil Risiko Bentuk Kabinet Ahli

MINGGU, 06 FEBRUARI 2011 | 16:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sisa masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak sampai empat tahun lagi. Karena itu, di sisa masa jabatan ini, Presiden diharapakan meningkatkan kinerjanya. Salah satunya dengan membentuk zaken kabinet.

"Ya itu harus. Tapi nggak bisa 100 persen ahli. Mau tidak mau haris diakomodosasi juga dari partai," kata pengamat politik Andrinof Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 6/2).

Menteri yang berasal dari partai juga ada harus memenuhi syarat. Syarat itu menurut dosen Universitas Indonesia ini, misalnya, partai harus menyodorkan kader yang profesional. Bila tidak ada kader profesional, partai bisa merekrut para ahli dengan terlebih dahulu membuat kontrak dengan  partai.


"Dan satu lagi, ketua umum partai sebaiknya tidak jadi menteri. Biarkan kader yang profesional atau ahli yang sudah ada kontrak tadi yang jadi menteri. Itu jadi lebih jarang diganggu. Karena kalau ketua umum partai jadi menteri, akan banyak waktu untuk menemui tamu-tamu partai. Belum lagi menghabiskan anggaran untuk gula lah," katanya.

Karena itu, dia mengingatkan, SBY harus berani membentuk kabinet zaken ini. Karena SBY merupakan pemenang Pemilu dengan pemilih 60 persen dan mengusai parlemen. "Makanya harus berani ambil risiko. Karena tidak mungkin semua orang akan senang," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya