RMOL. Setelah melihat hasil yang cukup memuaskan pada AFF dan mengantongi juara II, nyatalah bahwa Indonesia menyimpan segudang anak bangsa berbakat di cabang sepakbola.
Bintang-bintang sepakbola muncul dari berbagai daerah. Tak terkecuali dari ujung Barat Nusantara, Bumi Papua yang selalu menghasilkan bibit-bibit baru bagi sepakbola nasional. Sejarah membuktikan bagaimana kiprah pemain dari Papua mengharumkan nama bangsa di berbagi kancah internasional.
Tengoklah pada Oktavianus Maniani yang akrab di panggil Okto, pria kelahiran 25 oktober 1990 ini adalah produk tim sepakbola Papua, yang dibina untuk PON 2008. Dia pernah bergabung dengan PSMS Medan pada tahun 2008-2009. Pada putaran dua Indonesia Super League 2009-2010, dia bergabung ke klub Persitara Jakarta Utara. Memiliki kecepatan luar biasa dan target shot yang pas dari tendangan jauh, selain itu Okto selalu mengancam lawan saat berada di lini pertahanan lawan. Pada ISL tahun 2010-2011, ia dipinang klub Sriwijaya FC yang dilatih oleh Ivan Kolev.
Okto menunjukkan performa permainan yang prima dalam laga awal AFF kala menggayang Malaysia 5-1 dan memukul Laos 6-0. Gol indah pria 20 tahun yang mempunyai sepasang buah hati ini masih melekat dalam ingatan para pecandu bola Nusantara.
Di usia yang hijau namun berbekal pengalaman matang, Okto bakal kembali membela U-23 Garuda pada Sea Games. Bumi Papua tak hanya menyumbangkan Okto, tapi tiga pemain lain "Mutiara Hitam Persipura", yakni David Laly, Lukas Mandowen, Titus Bonay, yang sudah berangkat ikut seleksi Timnas U-23.
Namun, persiapan Timnas U-23 harus diselingi duka dengan kepergian manajer tim, Adjie Massaid, pada dinihari tadi. "Dia salah satu orang yang saya percaya bisa membuat Timnas lebih baik," demikian dikatakan Okto. Mudah-mudahan duka akan kepergian Adjie tidak melekat terlalu lama hingga Indonesia dapat berjaya kembali pada SeaGames.
[ald]