Berita

Olahraga

Okto, Harapan untuk Sea Games

SABTU, 05 FEBRUARI 2011 | 14:16 WIB | LAPORAN:

RMOL. Setelah melihat hasil yang cukup memuaskan pada AFF dan mengantongi juara II, nyatalah bahwa Indonesia menyimpan segudang anak bangsa berbakat di cabang sepakbola.

Bintang-bintang sepakbola muncul dari berbagai daerah. Tak terkecuali dari ujung Barat Nusantara, Bumi Papua yang selalu menghasilkan bibit-bibit baru bagi sepakbola nasional. Sejarah membuktikan bagaimana kiprah pemain dari Papua mengharumkan nama bangsa di berbagi kancah internasional.

Tengoklah pada Oktavianus Maniani yang akrab di panggil Okto, pria kelahiran 25 oktober 1990 ini adalah produk tim sepakbola Papua, yang dibina untuk PON 2008. Dia pernah bergabung dengan PSMS Medan pada tahun 2008-2009. Pada putaran dua Indonesia Super League 2009-2010, dia bergabung ke klub Persitara Jakarta Utara. Memiliki kecepatan luar biasa dan target shot yang pas dari tendangan jauh, selain itu Okto selalu  mengancam lawan saat berada di lini pertahanan lawan. Pada ISL tahun 2010-2011, ia dipinang klub Sriwijaya FC yang dilatih oleh Ivan Kolev.
 

 
Okto menunjukkan performa permainan yang prima dalam laga awal AFF kala menggayang Malaysia 5-1 dan memukul Laos 6-0. Gol indah pria 20 tahun yang mempunyai sepasang buah hati ini masih melekat dalam ingatan para pecandu bola Nusantara.

Di usia yang hijau namun berbekal pengalaman matang, Okto bakal kembali membela U-23 Garuda pada Sea Games. Bumi Papua tak hanya menyumbangkan Okto, tapi tiga pemain lain "Mutiara Hitam Persipura", yakni David Laly, Lukas Mandowen, Titus Bonay, yang sudah berangkat ikut seleksi Timnas U-23.

Namun, persiapan Timnas U-23 harus diselingi duka dengan kepergian manajer tim, Adjie Massaid, pada dinihari tadi. "Dia salah satu orang yang saya percaya bisa membuat Timnas lebih baik," demikian dikatakan Okto. Mudah-mudahan duka akan kepergian Adjie tidak melekat terlalu lama hingga Indonesia dapat berjaya kembali pada SeaGames.[ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya