Berita

Gayus tambunan/ist

Inilah Alasan Kenapa Dirjen Pajak Belum Serahkan Data Gayus ke KPK

SELASA, 01 FEBRUARI 2011 | 23:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sampai saat ini KPK belum menerima data-data terkait Gayus Tambunan dari Direktorat Jenderal Pajak untuk diselidiki. Dirjen Pajak, Fuad Rahmany membantah pihaknya disebut lamban dalam menyerahkan data-data tersebut.

"Enggak lama juga," katanya kepada wartawan di gedung KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan malam ini (Selasa, 1/2).

Saat ditanya data-data itu belum diserahkan ke KPK karena surat permintaan dari KPK belum sampai, mantan Kepala Bapepam LK ini membantah. Katanya, surat dari KPK itu telah masuk sebelum dia menjadi Dirjen Pajak. "Itu surat kan datang sebelum saya. Jadi saya belum tahu," elaknya.


Berbeda dengan KPK, Kepolisian telah menerima data-data perusahaan yang pernah ditangani Gayus Tambunan. Makanya yang menjadi pertanyaan adalah apakah prosedur KPK untuk minta data tersebut belum terpenuhi. Ditanyakan hal tersebut, dia kembali menampik.

"Bukan. Jadi kan di (Ditjen) Pajak teman-teman harus nyiapin juga. Namanya juga ada 151 perusahaan. Untuk satu pershaaan saja tebal. Itu kan dikumpulkan dari
beberapa Kanwil (Kantor wilayah). Jadi memang dalam proses pengumpulan datanya juga sudah lama. Kemudian masalah administratif itu juga harus kita penuhi," jelasnya.

Dia pun buka mulut kenapa Kepolisian sudah mendapatkan data-data tersebut, sementara KPK belum menerima. Katanya, Polri langsung datang ke Ditjen Pajak untuk meminta hal-hal yang terkait dengan  Gayus Tambunan.

Apakah kalau KPK datang ke Ditjen Pajak akan lebih cepat mendapatkan data tersebut? "Itu pun datanya kan nggak sekaligus, sesuai yang dibutuhkan saja. Itu hal-hal yang sedang kita bicarakan," jawabnya sambil memastikan data-data akan diserahkan dalam waktu dekat.

Permintaan KPK dan Kepolisian ke Ditjen Pajak juga tidak sama, meski dia mengakui hampir sama. "Nggak persis sama lah. Tapi ya hampir sama. Hampir sama, tapi nggak semuanya sama," jelasnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya