Berita

wahyu/rm

PIDANAKAN PENYUMBANG KOIN

Nudirman Bantah Sumbang Koin untuk Presiden SBY

SELASA, 01 FEBRUARI 2011 | 22:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden SBY mengancam akan memidanakan pihak-pihak yang melakukan pengumpulan koin untuk Presiden. Karena hal itu dianggap telah melecehkan simbol negara.

Nudirman Munir termasuk salah satu anggota DPR yang memasukkan koin ke dalam kotak bertuliskan koin untuk presiden. Dan hal itu tertangkap kamera. Saat dimintai tanggapan atas ancaman SBY tersebut, politisi Golkar ini mengaku tidak bersalah. Karena dia tidak ada niat untuk melecahkan simbol negara.   

"Kalau saya tidak ada melecehkan," elaknya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/2).


Nudirman memang mengakui memasukkkan koin ke dalam kotak tersebut. Dia menegaskan, koin itu bukan dimaksudkan untuk menyumbang Presiden. Tapi, uang yang dikumpulkan diberikan ke pejuang '45.

"Itu yang saya katakan. Bahkan dalam rapat paripurna kemarin itu saya katakan lagi. Karena ini momennya pas, mengingat pejuang 45 kehidupannya susah dan saat ini sudah tidak banyak lagi," tegasnya.
 
Namun, dia menyayangkan, pernyataannya tersebut tidak dikutip. Tapi wartawan hanya mengambil gambarnya saja saat memasukkan koin ke dalam kotak. "Jadi saya tidak menyumbang untuk Bapak Presiden," katanya lagi.

Namun, saat ditanya tentang rencana Presiden SBY tersebut, secara diplomatis dia mengatakan, bahwa aksi pengumpulan koin itu harus dilihat konteksnya. Bahwa itu adalah akibat dari sebuah sebab. Meski tidak menjelaskan secara detail tentang sebab akibat tersebut.

Secara tersirat dia tidak sepakat dengan rencana pemidaan tersebut. Karena dia kuatir hal itu akan membuat masyarakat tidak berani berbuat dan menyampaikan pendapat. "Itu berarti kembali ke zaman Orde Baru," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya