Berita

din syamsuddin/ist

Setelah Didukung Warga Muhammadiyah, Din Kumpulkan Puluhan Ormas Islam

SENIN, 31 JANUARI 2011 | 17:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gerakan tokoh lintas agama mengkritisi kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, yang salah satunya diinisiasi Din Syamsuddin, mendapat dukungan dari warga Muhammadiyah.

Dukungan itu disampaikan dalam Rapat Pleno diperluas PP Muhammadiyah di Jogjakarta kemarin (30/1), yang dihadiri pengurus Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Setelah mendapat dukungan dari internal Muhammadiyah, sore ini (Senin, 31/1), Din Syamsuddin bersilaturrahim dengan sekitar dua puluh organisasi kemayarakatan Islam di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.


Beberapa Ormas Islam yang hadir, antara lain, Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Hidayatullah, Al-Irsyad, Mathlaul Anwar, Persaudaraan Muslim Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia, Al-washliyah, dan organisasi kepemudaan dan mahasiswa Islam berserta organisasi alumninya.

Pada pertemuan tersebut pimpinan Ormas Islam melakukan konsolidasi menyatukan kekuatan umat Islam untuk lebih memaksimalkan dalam melayani umat. Pimpinan Ormas Islam juga bertukar pikiran dan membincangkan soal problem yang dihadapi umat Islam saat ini, seperti masalah pendidikan, ekonomi dan persoalan sosial lainnya yang berkenaan hajat hidup orang banyak, tak hanya umat Islam.

Para pimpinan Ormas Islam berkesimpulan berbagai problem yang dihadapi tersebut, salah satunya, disebabkan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani pendidikan, ekonomi umat, dan pemberantasan korupsi.

Makanya, untuk menuntaskan persoalan yang dihadapi umat Islam ini, pimpinan Ormas sepakat membentuk semacam badan koordinasi atau badan pekerja untuk menangani isu-isu tersebut. Dan Din Syamsuddin didaulat menjadi koordinator. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya