Berita

13 Kementerian Canangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional

SENIN, 31 JANUARI 2011 | 16:28 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Sebanyak 13 kementerian/institusi segera mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) untuk dapat mencapai jumlah wirausaha minimal 1 persen dari populasi penduduk Indonesia pada 2014.

"Melalui program kewirausahaan diharapkan, jumlah wirausaha dapat mencapai 1 persen dari populasi penduduk pada 2014," kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, dalam jumpa pers di Jakarta.

Ia mengatakan, pihaknya di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian bersama 12 kementerian/institusi lain segera mencanangkan GKN. Sebanyak 13 kementerian itu, di antaranya, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementeria Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian BUMN. Juga turun Kementerian Budaya dan Pariwisata, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pertanian.


Pihaknya berharap, gerakan tersebut dapat mengoptimalkan potensi dan minat masyarakat untuk berani memulai usaha sebagai wirausaha mandiri, kreatif, inovatif, dan produktif.

"Proporsi wirausaha Indonesia baru sekitar 0,24 persen dari populasi, padahal untuk membangun ekonomi bangsa yang maju menurut sosiolog, David Mc Cleiland, dibutuhkan minimal 2 persen atau 4,8 juta wirausaha dari populasi penduduk Indonesia saat ini," katanya.

Sebagai perbandingan, Singapura memiliki wirausaha 7,2 persen; Malaysia 2,1 persen; Thailand 4,1 persen; Korea Selatan 4,0 persen; dan Amerika Serikat 11,5 persen dari seluruh populasi penduduknya.

Ia memperkirakan perlu waktu hingga tahun 2030 bagi Indonesia untuk memiliki jumlah wirausaha sebanyak 4,8 juta orang atau sekitar 2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini. "Jadi diperlukan upaya-upaya percepatan penciptaan wirausaha baru untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang," katanya lagi.

Ketua Tim Koordinasi Nasional Pengembangan Wirausaha Kreatif Kementerian Koordinator Perekonomian, Dr Handito Joewono, pada kesempatan yang sama mengatakan, program-program kewirausahaan ke depan diharapkan dapat menghasilkan wirausahawan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.

"Pada lima tahun ke depan kami berharap ada tambahan 500.000 wirausaha baru di Indonesia, dan pada 2025 akan ada 5 juta wirausaha baru yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global," katanya.

Pihaknya berharap, GKN yang akan segera dicanangkan menjadi momentum yang menggerakkan sinergi berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk mencetak lebih banyak calon wirausaha baru.

Wirausaha diharapkan merupakan seseorang yang percaya diri, mampu memanfaatkan sumber daya menjadi peluang, dan dengan kreativitasnya mampu mengubah sesuatu menjadi lebih bermanfaat sekaligus meningkatkan kesejahteraan diri, masyarakat, dan lingkungannya.

GKN diharapkan akan menjadi strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan antara berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, maupun tokoh masyarakat. Gerakan itu bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sehingga tumbuh wirausaha baru, membuka peluang penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Direncanakan, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, akan hadir dalam rangka pencanganan GKN pada 2 Februari 2011 mendatang di gedung SMESCO Convention Center, Jakarta. [zul]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

I Wayan Sudirta Resmi Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI Gantikan TB Hasanuddin

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56

DPR Klaim Sudah Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Cuaca Ekstrem Sejak Dua Bulan Lalu

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48

Bukan Masalah Posisi, DPR Pilih Fokus Kawal Profesionalisme Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40

Paripurna DPR Sahkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35

OJK: Tren Cashless Picu Penurunan Jumlah ATM di Seluruh Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31

Paripurna DPR Sahkan 9 Komisioner Ombudsman RI Periode 2026-2031

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15

Gubernur Banten Janji Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Tangerang Raya

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya