RMOL. Timothy Bradley sukses meÂnyatukan sabuk juara dunia kelas welter junior WBO dan WBC seÂtelah dokter menghentikan perÂtarungannya lawan Devon AleÂxander pada ronde ke-10 di Silverdome, Pontiac, Detroit.
Pertarungan berdarah tersebut dihentikan karena Alexander kesulitan untuk melihat setelah mata kanannya cedera, akibat benturan kepala kedua petinju yang terjadi di awal ronde ke-10.
Saat pertarungan dihentikan, Bradley sudah unggul angka dari Alexander setelah ketiga juri sama-sama memenangkannya dengan 97-93, 96-95, dan 98-93.
Sejak ronde pertama, kedua peÂtinju sudah bermain agresif, baik Bradley maupun Alexander coba menggempur pertahanan laÂwan dengan jab-jab cepat seÂbelum melepaskan pukulan yang lebih keras.
Namun Bradley yang meÂmiliki rekor 27 kali menang tanÂpa pernah kalah dengan 11 keÂmenangan KO, terlihat lebih doÂminan di akhir ronde pertama. Dia menghujani Alexander dengÂan serentetan pukulan keras.
Di ronde ketiga, Bradley juga berÂpeluang menyudahi perÂtanÂdingan saat pukulan komÂbiÂnaÂsinya berhasil melukai plipis kaÂnan Alexander yang memÂbuatÂnya terhuyung. Meski pelipisnya suÂdah dibanjiri darah, rupanya juara WBC tersebut masih mamÂpu bertahan hingga ronde ketiga berÂakhir.
MÂemasuki ronde keempat, Bradley kembali menggila dengÂan melancarkan pukulan kaÂnanÂnya yang keras dan memaksa Alexander lebih banyak berÂtaÂhan. Tapi, di pertengahan ronde ini, keduanya bertarung ketat dengÂan pukulan-pukulan takÂtiÂkal.
Sebuah pukulan keras dari AleÂxander akhirnya sukses meÂngenai wajah Bradley di akhir ronÂde keempat dan membuat keÂdua petinju sama-sama menguÂcurÂkan darah dari wajahnya.
Selepas ronde kelima, jual beli puÂkulan terus terjadi, namun staÂmina kedua petinju masih tetap kuat meski beberapa benturan kepala kerap terjadi.
Puncaknya di ronde ke-10 saat benÂturan kepala kembali terjadi, wasit akhirnya menghentikan pertarungan setelah Alexander menyatakan dirinya tak bisa melihat.
Dengan kemenangan ini, BradÂley sukses menyatukan saÂbuk juara dunia kelas welter juÂnior WBO dan WBC, sementara Alexander harus mengubur impiannya untuk bertarung dengan Floyd Mayweather Jr seperti yang dijanjikan promotor Don King, jika dirinya berhasil mengalahkan Bradley.
[RM]