Berita

din syamsuddin/ist

Tetap Kritis, Muhammadiyah Cuekin Gadis Anti Din dan Gadis Pro Din

MINGGU, 30 JANUARI 2011 | 19:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ihwal kelompok yang menamakan diri Gerakan Anti Din Syamsuddin (Gadis),  pasca Din Syamsuddin bersama dengan para tokoh agama lainnya bersikap kritis kepada pemerintahan SBY-Boediono, juga disinggung beberapa peserta rapat pleno diperluas PP Muhammadiyah hari ini di Jogjakarta.

Tapi sikap PP Muhammadiyah jelas, tidak menghiraukan dan tidak mempersoalkan gerakan Gadis tersebut.

"Kita tidak perlu mempersoalkan lebih jauh. Karena tidak ada signifikansinya. Nanti juga akan berhenti sendirilah. Jadi itu dua hal yang berbeda. Karena Muhammadiyah tidak akan berhenti bersikap kritis dan berdakwah," kata Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Asep Purnama Bachtiar, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 30/1).


Tak hanya Gadis anti Din Syamsuddin yang tiba-tiba muncul. Sebagai reaksi dari itu, juga muncul Gadis Aksi Dukung Din Syamsuddin (Gaddis). Terhadap kelompok yang kedua ini, Muhammadiyah juga tidak mau menghiraukannya.

"Kita juga tidak tahu itu dari kelompok mana. Bisa saja, yang itu kelompok (pertama) yang sebaliknya mendukung. Bisa-bisa saja terjadi semacam cuci tangan," demikian Asep menduga-duga. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya