Berita

presiden sby/ist

SBY Seperti Terperangkap Dalam Memberantas Mafia

MINGGU, 30 JANUARI 2011 | 19:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketidaktegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal pemberantasan mafia hukum dan mafia pajak membuatnya seoalah-olah sedang terperangkap sehingga tidak bisa berbuat banyak.

"Kesan ini mengemuka karena Presiden tidak berani memberi instruksi tegas atau intervensi bagi berjalannya proses hukum skandal Bank Century serta pengungkapan jaringan mafia pajak," ujar anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo hari ini (Minggu, 30/1).

Lanjut politisi Partai Golkar ini, pada saat DPR menginisiasi hak angket mafia pajak, Presiden tidak mengerahkan semua kewenangan dan partai pendukungnya untuk mendukung inisiatif DPR itu. Padahal, Gayus Tambunan sudah terang-terangan mengungkap adanya pemain besar dalam mafia pajak.


"Memeragi korupsi skala besar harus dimulai dengan memusnahkan mafia hukum, mafia pajak (sektor penerimaan negara) dan mafia proyek (sektor belanja negara). Sebab, jaringan mafia sudah mengontrol hampir semua institusi negara. Institusi negara sudah masuk perangkap mafia. Buktinya, sejumlah oknum birokrat negara justru  mengotaki kerja mafia merampok kekayaan negara," bebernya.

Karena itu, agar perang melawan mafia berjalan efektif, tambah Bamsoet, Presiden dan parpol pendukungnya, Partai Demokrat, harus menunjukan sikap jelas dalam memberantas mafia-mafia tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya