Berita

MOTY 2010

Firman, Sang Pengawal Nasionalisme

KAMIS, 27 JANUARI 2011 | 17:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Siapa yang tak kenal Firman Utina. Lelaki kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 29 tahun lalu ini, yang saat ini bermain untuk Sriwijaya FC, menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia bahkan Asia Tenggara pada saat putaran Piala AFF 2010 dihelat.

Tanpa mengecualikan peran pemain tim nasional Indonesia lainnya, Firman Utina telah menunjukkan kepiawannya sebagai kapten tim kesebelasan dan sebagai jenderal lapangan tengah yang mengatur irama serangan ke lawan.Tak pelak, Tim Nasional Indonesia sukses melaju ke putaran final tanpa pernah menelan kekalahan sebelumnya.

Namun, sayang, saat itu, jalan menuju kampiun Asia Tenggara, pupus. Firman Utina dibekuk Tim Harimau Malaya, julukan Tim Nasional Malaysia dengan skor 3-0.


Sebenarnya, Firman Utina dan kawan-kawan punya kesempatan untuk melakukan balas dendam pada saat putaran final leg kedua yang dihelat di Jakarta. Di hadapan publik sendiri, Firman Utina Cs berhasil menundukkan Tim Malaysia dengan skor 2-1. Meski, skor itu tidak bisa mengantarkan Firman untuk mengangkat tropi juara, karena kalah agregat dengan Malaysia.

Harus diakui, Firman Utina memang sempat membuat pecinta tim Merah Putih kecewa. Yaitu, pada saat Firman gagal mengeksekusi pinalti. Namun, hal itu tidak berarti membuah penilaian terhadap Firman lentur. Buktinya, Firman tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Dari itu semua, Tim Nasional Indonesia telah membuka harapan dan lembaran baru persepakbolaan Indonesia. Di tangan Firman dan kawan-kawan, optimisme publik akan kebangkitan persepakbolaan membuncah.

Bahkan, spirit nasionalisme juga bangkit seiring dengan kemenangan demi kemenangan yang ditorehkan. Kebangkitan nasionalisme itu semakin dirasakan, saat lagu "Garuda di Dadaku," saling bersahutan memotivasi Firman dan kawan-kawan.

Dengan alasan itu pula lah, Rakyat Merdeka Online memberikan penghargaan kepada Firman sebagai man of the year 2010, sebagai guard of nationality. Firman, sekali lagi tanpa menegasikan peran dan kontribusi pemain tim nasional lain, telah berhasil membangkitkan emangat nasionalisme dan harapan baru.

Malam ini, di gedung Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, gelar itu akan disematkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan secara langsung kepada Firman. [zul]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya