RMOL. Keganasan turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2011 berlanjut. Beberapa petenis unggulan seakan tidak memberikan ampun pada rivalnya untuk menembus babak semifinal.
Saat ini, sudah empat petenis puÂtra dan putri lolos ke semifinal seÂtelah menumbangkan rival-riÂvalnya. Diantaranya; Roger FeÂderer dan Novak Djokovic di tungÂgal putra, disusul Caroline WozÂniacki dan Li Na dari tungÂgal putri.
Bermain di Rod Laver Arena, SeÂlasa (25/1) pagi WIB, juara berÂtaÂhan asal Swiss, Roger FeÂderer tanpa ampun meÂnumÂbangÂkan kompatriotnya, Stanislas WaÂwrinka 6-1, 6-3, 6-3 untuk lolos semifinal.
Fedex yang berstatus sebagai ungÂgulan kedua berhasil meÂnyeÂleÂsai pertandingan dengan cepat daÂlam waktu satu jam 47 menit. “Saya pilih main agresif hari ini, karena jika bermain pasif pada saat-saat krusial seperti ini bisa membuat saya penasaran jika keÂmudian ternyata kalah,†kata FeÂderer seusai pertandingan.
Federer yang tidak lagi meÂraÂsaÂkan gelar juara grand slam seÂjak grand slam Australia Terbuka taÂhun lalu langsung memuji peÂlaÂtiÂhnya, Paul Annacone, yang juga bekas pelatih Pete Sampras. Menurutnya, Annacone teÂlah berhasil mengembalikan senÂtuhan ajaibnya sejak menanganiÂnya pada Juli tahun lalu.
“Sekarang saya memiliki rasa perÂcaya diri di setiap pertanÂdingÂan, karena saya tahu apa yang haÂrus saya lakukan,†kata peÂmeÂgang juara grand slam 16 kali itu.
Wawrinka yang merupakan saÂhaÂbat baik Federer karena meÂreka juga adalah pasangan peraih meÂdali emas Olimpiade Beijing di nomor ganda putra tidak bisa menutupi kekecawaannya atas kekalahan tersebut.
“Yah begitulah Roger, dia terlalu hebat bagi saya, dia selalu tahu apa yang harus dilaÂkuÂkanÂnya untuk mengalahkan saya dan pemain-pemain lain, saya yakin dia dapat menjuarai turnamen ini,†katanya.
Di babak semifinal, Fedex akan ditantang petenis Serbia, Novak Djokovic yang berhasil mengalahkan petenis Ceko, Tomas Berdych 6-1, 7-6 (7-5), 3-1 di babak perempatfinal.
Di tunggal putri, unggulan perÂtama, Caroline Wozniacki juga tidak memberikan ampun pada peÂtenis Italia, Francesca SchiaÂvone 3-6, 6-3, 6-3. Meski seÂbeÂlumÂnya, petenis nomor satu duÂnia itu dibuat repot dengan meÂneÂlan kekalahan di set pertama.
Faktor kelelahan menjadi peÂnyeÂbab kekalahan Schiavone. Setelah sebelumnya, mengÂhaÂdapi Svetlana Kuznetsova yang menjalani pertandingan cukup lamÂa, bahkan memecahkan rekor perÂtandingan terlama di tunggal putri.
Seusai pertandingan, WozÂniacÂki menyatakan, dirinya berÂmain tenang setelah melewati maÂsa-masa kritis di set pertama. “Pada set kedua saya mencoba lebih mendikte permainan, kaÂrena saya lihat dia sudah keleÂlahan. Saya berhasil bangkit dan sangat gembira karena bisa memenangi pertandingan ini,†kata Wozniacki.
Selanjutnya, Wozniacki akan menÂghadapi petenis ChiÂna, Li Na untuk mempereÂbutkan satu tiket di babak fiÂnal. Li Na yang menempati unggulan ke-9 sukÂses mengÂanÂdasÂkan petenis JerÂman, Andrea Petkovic 6-2, 6-4.
Bagi Li Na, melaju ke semiÂfinal adalah untuk kedua kalinya pada turnamen sama. Tahun lalu, petenis berusia 28 tahun itu kanÂdas dari tangan Serena Williams di babak empat besar.
[RM]