Berita

pdip/ist

Kumpulkan Ratusan Kades, PDI Perjuangan Kritik Paradigma Pembangunan Pemerintah

SELASA, 25 JANUARI 2011 | 12:34 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. PDI Perjuangan mendesak pemerintah agar mengubah paradigma pembangunan yang fokus di perkotaan dan melupakan masyarakat desa.

"Harus ada regulasi yang berpihak pada rakyat di desa-desa, di kampung-kampung. Rakyat di desa tidak bisa hanya jadi penonton," kata Ketua DPP PDIP bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah,  Komaruddin Watubun, saat memberikan pidato sambutan pada seminar sehari tentang "Pentingnya UU Pemerintahan Desa Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Desa" di DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Selasa, 25/1).

Menurut Komaruddin, sudah 50 tahun lebih paradigma pembangunan Indonesia hanya fokus di kota sehingga tidak beerpengaruh pada kesejahteraan masyarakat di desa. Dalam acara yang dihadiri ratusan kepala desa dari Jawa Barat, Yogyakarya, Banten, Lampung dan Papua itu, Komaruddin juga menyatakan perlunya membangun pemahaman bersama tentang pembangunan desa.


"Kalau desa ditinggalkan, jangan mimpi bisa mewujudkan cita-cita proklamasi," tandas Komaruddin.

Komaruddin juga mengingatkan para kepala desa untuk sadar tentang hak dan kewajibannya. Kepala desa merupakan ujung tombak pembangunan. Komaruddin juga menyebut masyarakat desa sebagai pemilik sah republik dan meminta tidak terbuai janji kesuksesan di kota.

Komaruddin menegaskan, Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga terdiri dari desa-desa. Komaruddin pun menilai puluhan ribu kepala desa sebagai kekuatan yang luar biasa untuk mendesak tuntasnya RUU Pemerintahan Desa yang berpihak pada kepentingan desa.[yan]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya