Berita

ilustrasi, pasien rumah sakit

Publika

RS Fatmawati Pilih-pilih Pasien?

SELASA, 25 JANUARI 2011 | 01:14 WIB

RMOL. RS Fatmawati Jakarta Selatan, seperti belum sepenuhnya meningkatkan pelayanan bagi warga, khususnya warga miskin. Meskipun pemerintah telah merancang program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK Gakin).

Hal ini terjadi pada saya ketika mengantar ibu yang mengalami kondisi setengah sadar akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Ibu saya tidak diberikan tindakan pertolongan pertama oleh pihak rumah sakit setempat. Padahal kondisinya saat itu bisa dibilang parah, kadar gulanya tidak stabil.

Tidak ada dokter yang menanganinya, hanya didiamkan di ruang gawat darurat bersama pasien yang mengalami kecelakaan dengan kondisi kritis. Beberapa jam ibu saya hanya diberikan infus dan selang oksigen, persis seperti pasien kecelakaan lainnya.


Setelah lama menunggu, barulah dokter jaga memeriksa kondisi ibu saya. Herannya, dokter tersebut mengira ibu saya mengalami kecelakaan. Padahal saya sudah memberitahukan kepada pegawai rumah sakit tersebut, kalau ibu saya menderita penyakit diabetes yang seharusnya diberikan ruang rawat inap, bukan ditempatkan di ruang gawat darurat sehingga membuat panik saya dan keluarga.

Esoknya, ibu saya masih terkapar di ruang gawat darurat yang penuh pasien lain tidak dipindah ke ruang inap. Padahal saya dan keluarga sudah meminta agar ibu saya dipindah ke ruang inap. Namun pihak rumah sakit beralasan, kamar inap sudah penuh.     

Selang beberapa lama, muncul salah satu keluarga pasien yang kebetulan sering keluar masuk rumah sakit tersebut. Dia memberitahu saya, kalau mau dipindah ke kamar inap harus memberi sejumlah uang kepada pegawai rumah sakit tersebut supaya diproses secara cepat. Saya pun mencobanya. Ternyata, beberapa jam kemudian ibu saya dipindah ke ruang inap kelas 2 yang seharusnya diisi empat pasien, namun ruangan tersebut terlihat kosong. Padahal di ruang gawat darurat pasien sudah semakin menumpuk karena tidak dipindah ke ruang inap.

Miris hati saya mengalami kejadian ini. Seharusnya, rumahsakit milik pemerintah ini meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat miskin, bukan hanya bagi golongan tertentu.

Arief Setyadi, Ciputat 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya